Pedoman Dasar Organisasi

I.    NILAI – NILAI DASAR MKGR

  1. MKGR adalah organisasi kemasyarakatan yang lahir dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat serta berjuang di tengah – tengah rakyat untuk kesejahteraan dan keselamatan dan kebesaran Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

  1. MKGR adalah organisasi kemasyarakatan yang rela berjuang dan berkorban tanpa pamrih untuk kejayaan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

  1. MKGR adalah organisasi kemasyarakatan yang berjuang menegakkan keadilan dan kebenaran, menegakkan konstitusi dan mengembangkan demokrasi sesuai dengan tuntutan rakyat Indonesia.

  1. MKGR adalah organisasi kemasyarakatan yang menata perjuangannya sesuai dengan tingkat perkembangan dan perjuangan Bangsa.

  1. MKGR adalah organisasi kemasyarakatan yang senantiasa menjalin hubungan dan kerja sama dengan semua pihak yang menjunjung tinggi cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945.


II.  PANCA MORAL MKGR

  1. CINTA

MKGR terus meningkatkan kecintaan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Kasih sayang terhadap sesama manusia sebagai panggilan mutlak bagi setiap warga MKGR.

  1. JUJUR

MKGR dengan segala kejujuran, kebenaran dalam kata dan perbuatan, dengan ikhlas mengamalkan Pancasila, dalam kehidupan sehari-hari.

  1. BERANI

MKGR bersikap berani, dalam kata dan perbuatan, membela dan melindungi Rakyat, Negara dan Bangsa Indonesia.

  1. MUSYAWARAH

MKGR memelihara, dan mengembangkan demokrasi Pancasila, dengan senantiasa bermusyawarah, secara kekeluargaan dan gotong royong, untuk kepentingan bangsa.

  1. KARYA NYATA

MKGR dengan karya nyata, berusaha membangun negara dan bangsa, dengan ridho Tuhan Yang Maha Esa.


III. NILAI – NILAI DASAR MKGR

  1. KESADARAN

Setiap Gerak dan Langkah organisasi anggota MKGR harus berdasarkan kesadaran. Dalam organisasi MKGR tidak ada paksaan, tekanan dan ancaman. Semua pelaksanaan program organisasi dan tindakan anggotanya semata-mata karena kesadaran akan hak, kewajiban, tugas dan tanggung jawab masing-masing. Dengan kesadaran itu anggota MKGR rela melaksanakan sesuatu yang berguna tanpa mempertanyakan untung rugi secara pribadi, tetapi semata-mata mempersembahkan Karya Nyata, amal saleh untuk kebahagiaan bersama.

  1. PERSATUAN

Setiap tindakan yang diambil oleh organisasi maupun anggotanya harus selalu ditujukan dan atas dasar persatuan dan kesatuan. Ini berarti pula bahwa segala pelaksanaan program maupun perbuatan anggota tidak boleh berakibat timbulnya perpecahan baik dalam lingkungan organisasi sendiri maupun di kalangan masyarakat luas.

  1. KOMUNIKASI

Dalam memikirkan dan mengambil tindakan untuk dan atas nama organisasi MKGR, para pimpinan dan/atau anggota harus senantiasa berkomunikasi atau dengan kata lain agar jangan sampai terputus hubungan lahiriah dan batiniah.

  1. KERAKYATAN

Apapun yang hendak dilakukan dan tidak dilakukan oleh MKGR sebagai organisasi maupun anggota selaku pribadi harus senantiasa menuju dan membawa manfaat bagi rakyat. Jika ada masalah yang bertentangan, maka yang dipilih MKGR adalah masalah yang menguntungkan dan memenangkan kepentingan rakyat dengan memohon rahmat dan berkat dari Tuhan Yang Maha Esa.

  1. KETAHANAN NASIONAL

Semua gerak dan langkah MKGR harus mempunyai arti dan peranan untuk memperkokoh Ketahanan Nasional yang tumbuhnya kekuatan masyarakat dan Bangsa Indonesia dalam segala bidang sehingga segala macam rongrongan dari dalam maupun dari luar wilayah Negara Indonesia dapat ditanggulangi. Dengan demikian MKGR merupakan suatu kekuatan efektif bangsa dalam mencapai cita-cita mewujudkan masyarakat adil makmur berdasarkan Pancasila.


IV. KIPRAH MKGR

  1. K = Kesinambungan
  2. I = Idealisme
  3. P = Percaya Diri
  4. R = Realistis
  5. A = Asas PANCASILA sebagai asa yang diamalkan dengan Panca Moral Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong

  1. H = Hikmah Perjuangan yang tidak mengenal menyerah dan putus asa


V.  DISIPLIN KEANGGOTAAN

  1. Disiplin keanggotaan adalah setiap sikap mental dan tindakan dalam melaksanakan tugas dan ketetuan organisasi yang seuai dengan Panca Moral, Lima Garis, dan Kiprah Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong.
  2. Melalaikan atau sengaja melanggar ketentuan organisasi berarti pelanggaran terhadap kedisiplinan anggota.
  3. Setiap anggota yang melakukan kegiatan-kegiatan yang merugikan organisasi da melanggar terhadap kedisiplinan organisasi, maka akan dikenakan sanksi.